"Hey! I'm Eggy. Thank's for visiting ga je Blog! Please have a seat and make yourself comfy while reading my blog."

Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Mei 2017

Peraturan-Peraturan Di Dunia Maya

Hey! ketemu lagi, setelah sekian lama, hahaha. Sumpah kerja gue makan waktu sekarang, 12 jam coy gak tanggung-tanggung. Hahaha agak curhat tapi gapapalah.

Apa sih yang bikin gue rela luangin waktu buat post lagi?? Jadi ceritanya gue iseng buka 9gag, terus ada yang comment "rule 34! no exception". Nah gue penasaran tuh, rule apa sih? Apa 9gag ada rules yang gue gak tau? Gue cari tau pake google, rule 34, kurang paham karna kebanyakan bahasa inggris dan mengarah ke tema-tema sex, tapi super aneh, random. Lo pikir aja masa ada gambar tank sama tank lagi "begituan". Dan sampai gue nemu artikel di kaskus tentang "Peraturan-peraturan yang harus dipatuhi di Internet.

Sebenernya peraturan dibuat khusus untuk situs 4chan, situs image board semacam reddit gitu yang isinya tetua-tetua internet yang berwawasan luas namun sebagian sakit mental. Untuk yang belom tau 4chan atau reddit, silahkan di-googling dulu haha. Tapi seiring berjalannya waktu peraturan ini diadopsi dan digunakan oleh pengguna internet dan tidak asing dikalangan pembuat atau penggemar meme. (bacanya meem/mim bukan meme, jangan norak deh).

Okey, langsung aja ya gue jabarin peraturannya, tapi biar afdol tetep gue pake bahasa inggris, karna ini peraturan internasional. Cekidot!!

Sabtu, 10 Januari 2015

Hei 2015

Hei, apa kabar? Semoga baik. Gak berasa, udah 2015 aja. Banyak kejadian yang gue lewatin di 2014. Banyak banget. Dari yang paling indah sampe yang paling sialan. Banyak belajar juga.

Tapi kalo dibilang 2014 itu tahun sukses buat gue, ya gak juga. Gue anggap sebagai batu loncatan aja. Batu loncatan untuk suatu hal besar ditahun ini. Semoga di tahun ini bisa gue lewatin dengan lancar. Gak banyak masalah. Semoga di tahun ini juga gue bisa lulus kuliah dengan hasil memuaskan. Aamiin.

Beberapa target gue tercapai di tahun 2014. Cuma beberapa. Masih banyak dan masih ada target yang lebih besar yang belum tercapai. Belom ditambah target baru yang mungkin muncul di tahun ini. Semoga semua targetnya bisa tercicil. Semoga gue juga aktif ngeblog lagi, share certia lucu lagi kalo perlu atau cerpen atau tips atau info atau apalah yang berguna buat orang banyak.

Maaf kalo tahun kemaren gue jarang ngeblog. Tugas kuliah makin biadab. Sibuk ngejar nilai juga. Udah semester akhir harus serius. Harus lebih dewasa. Gak mau gue sampe nambah semester. Malu. Gak ada duit juga. Kuliah mahal bray hahahaha. Maaf juga kalo misalnya tahun ini gue keteteran lagi ngeblognya.

Gak banyak yang mau gue sampein ke kalian kali ini. Cuma mau nyapa aja sebenernya. So, umm, selamat tahun 2015, semoga harapan dan target kalian di tahun ini juga tercapai. Gak punya target? Yaelah, manusia bukan? Masuk tempat sampah aja sana biar didaur ulang.

Okay, sampai jumpa di post selanjutnya yang gak tau kapan bakal nongol lagi hahahaha.

Bye~


Selasa, 30 Desember 2014

Empati

Empati? Apa itu?

Empati mirip perasaan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja, melainkan diikuti perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh bila sahabat kita orangtuanya meninggal, kita sama-sama merasakan kehilangan.

Empati, adalah melakukan sesuatu kepada orang lain, dengan menggunakan cara berpikir dari orang lain tersebut, yang menurut orang lain itu menyenangkan, yang menurut orang lain itu benar. Jadi, apa yang menurut Anda suatu kebaikan, bisa saja sebenarnya malah mengganggu orang lain.

Menurut Ubaydillah (2005) empati adalah kemampuan kita dalam menyelami perasaan orang lain tanpa harus tenggelam di dalamnya. Empati adalah kemampuan kita dalam mendengarkan perasaan orang lain tanpa harus larut.

Empati adalah kemampuan kita dalam meresponi keinginan orang lain yang tak terucap. Kemampuan ini dipandang sebagai kunci menaikkan intensitas dan kedalaman hubungan kita dengan orang lain (connecting with). Selain itu Empati merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan hubungan antar pribadi dengan coba memahami suatu permasalahan dari sudut pandang atau perasaan lawan bicara. Melalui empati, individu akan mampu mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai suatu permasalahan. Memahami orang lain akan mendorong antar individu saling berbagi. Empati merupakan kunci pengembangan leadership dalam diri individu.

Dunia yang semakin global dan ekonomi pasar yang penuh dengan persaingan ketat membuat tenggang rasa dan empati sosial masyarakat semakin rendah. Itu kenapa seringkali terjadi konflik sosial di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat mencegah meluasnya dan meminimalkan dampak negatif dari globalisasi adalah mensosialisasikan rasa empati sejak dini. Keluarga adalah struktur sosial terkecil yang mampu membentengi patologi sosial yang terus menggejala khususnya masyarakat Indonesia.

Secara naluriah anak sudah mengembangkan empati sejak bayi. Awalnya empati yang dimiliki sangat sederhana, yakni empati emosi. Misalnya pada usia 0-1 tahun, bayi bisa menangis hanya karena mendengar bayi lain menangis, barulah di usia 1-2 tahun, anak menyadari kalau kesusahan temannya bukanlah kesusahan yang mesti ditanggung sendiri. Walaupun demikian, rasa empati pada anak harus diasah. Bila dibiarkan rasa empati tersebut sedikit demi sedikit akan terkikis walau tidak sepenuhnya hilang, tergantung dari lingkungan yang membentuknya.

Banyak segi positif bila kita mengajarkan anak berempati. Mereka tidak akan agresif dan senang membantu orang lain. Selain itu empati berhubungan dengan kepedulian terhadap orang lain, tak heran kalau empati selalu berkonotasi sosial seperti menyumbang, memberikan sesuatu pada orang yang kurang mampu. Empati berarti menempatkan diri seolah-olah menjadi seperti orang lain. Mempunyai rasa empati adalah keharusan seorang manusia, karena di sanalah terletak nilai kemanusiaan seseorang. Oleh karena itu, setiap orang tua wajib menduplikasikan rasa empati kepada anak-anaknya.

Yap. Kira-kira seperti itu.

Gue gak tau apa masih bisa gue ngerasain empati ke orang lain?

Bertahun-tahun gue ditindas, disisihkan, dipisahkan, diasingkan. Adakah yang merasa empati terhadap gue? Nope. Hidup membuat gue melupakan rasa empati. Kenapa gue sedih saat mereka berlaku tidak adil ke gue? Karena gue peduli. Hidup mengajarkan gue untuk tidak terlalu peduli dengan orang lain. You know, "Like i give a shit." Mereka gak mau ada gue di hidup mereka? Mereka gak mau ada gue di deket mereka? Mereka gak mau liat gue? Mereka gak mau jadi temen gue? I don't give a shit. Persetan. Toh mereka juga yang bakalan ribet sendiri. Hidup telah mengajarkan gue untuk tidak peduli dengan orang lain. Cuek. Bodo amat. Bahkan jika gue ngeliat ada kecelakaan di jalan, gue bisa aja ngelewatin mereka tanpa nolong. Tanpa merhatiin. Tanpa peduli.

Hidup telah membuat gue jadi manusia berhati robot.

Dan sekarang gue marah. Marah karna gue gak tau cara berempati. Mungkin tau. Cuma lupa. Gue pengen jadi manusia lagi. Gue pengen punya hati lagi. Era dimana gue disisihkan telah lewat. Ada orang-orang yang menganggap gue berharga sekarang. Ada orang yang bener-bener sayang sama gue sekarang. Gue pengen peduli. Gue pengen punya rasa peduli lagi.

Gue harap gue bisa berempati lagi ke orang lain. Ke orang-orang yang sayang sama gue terutama. Gue mau belajar cara berempati. Siapa saja, tolong ajarin gue.

Cetak miring:

Kamis, 07 Agustus 2014

Benarkah Tuhan Maha Adil?

Aku adalah salah satu contoh yang telah dipermainkan oleh tuhan. Dijadikan bahan candaan. Bahan lelucon untuk hiburannya. Entah apa sebenarnya yang ada dalam pikirannya. Tapi aku yakin, ia sedang tertawa bersama semua pengawalnya.

Apa? Oh tidak, tidak ada yang salah dengan judul post ini. Aku memang benar meragukannya. Mulai meragukannya. Pernahkah kau menyadari, berapa banyak orang yang selalu menyembahnya, mengagung-agungkan nama-Nya namun hidupnya tak pernah lebih baik? Atau bahkan menjadi lebih buruk? Pernahkah kau menyadari betapa banyaknya orang yang sukses dan mendapat hidup yang baik tanpa satu kali pun menyebut nama-Nya? Pernahkah kau menyadari itu semua?

Dari dulu, harga diriku selalu diinjak-injak. Dipandang sebelah mata? Tidak, lebih buruk lagi. Aku tak pernah dipandang. Tak pernah dianggap ada. Aku hanya dianggap sebuah ilusi. Saat itu aku mulai mendekatkan diri dengan tuhan. Berharap mendapat perlindungannya. Pertolongannya. Aku selalu berdoa agar aku bisa menjadi lebih baik. Agar aku bisa seperti mereka. Dianggap ada. Bertahun-tahun aku berdoa. Bertahun-tahun aku setia. Bertahun-tahun aku berusaha. Bertahun-tahun aku belajar sedikit demi sedikit, sampai aku menjadi lebih baik dan menjadi salah satu yang paling setia kepada-Nya.

Rabu, 06 Agustus 2014

Cedera Ankle

Yap, hari ini gue cedera ankle. Jadi ceritanya pagi tadi gue main basket bareng temen-temen gue, niatnya mau rutin tiap pagi atau dua hari sekali biar gue bisa nurunin berat badan haha.

Oh bukan, gue cedera bukan karna abis lompat salah tumpuan tapi hmm, hmm, hmmmm ah peleh banget lah pokoknya. Pas main basket sih gak ada masalah, asik aja, nah pas mau istirahatnya itu baru cedera. Jadi gue ama temen-temen gue itu main basket di lapangan komplek yang ada tamannya, nah selesai main basket gue mau istirahat tuh di bangku taman gitu. Di sekeliling lapangannya itu rumput, lumayan tebel juga, pas lagi jalan di rumput-rumput gue gak tau kalo tanahnya agak bergelombang atau gak rata, jadi pas gue injek itu rumput gak taunya tanahnya lebih rendah dari sekitarnya. Akhirnya tumpuan kaki gue miring dan *krek* ankle gue bunyi. Gue jatoh di atas rumput sambil ketawa-tawa, pas mau bangun baru tuh berasa, ankle kiri gue agak mati rasa. Dari yang awalnya ketawa-tawa jadi meringis-meringis. Temen-temen gue juga yang tadinya ikut ketawa langsung bantuin gue berdiri biar bisa duduk di bangku taman. Kaki kiri gue bengkak dan gue harus bawa motor buat pulang kerumah. Untung motornya matik jadi gak perlu oper gigi.

Rabu, 21 Mei 2014

Paranoia Kegagalan

"Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda." Kata mereka yang sok bijak.

Selama ini, kupikir itu hanya sebuah wacana. Sebuah omong kosong yang sengaja mereka ciptakan untuk membuat kami --orang-orang yang kurang beruntung-- mempunyai harapan untuk berusaha kembali. Untuk gagal kembali. Menurutku, mereka adalah orang-orang yang keji karena tega membohongi kami. Memberi kami harapan untuk terus berlari walaupun mereka tau kami pasti jatuh. Dan dibelakang kami, mereka tertawa terbahak-bahak melihat ketololan kami.

Karena itulah, aku, berhenti berlari.

Aku sadar aku takkan berhasil. Aku sadar aku telah membuang banyak waktu. Aku lelah mengejar mimpi. Dunia mengajarkanku untuk menjadi orang yang lebih realistis atau mungkin pengalamanku yang mengajarkanku. Aku tersadar, harga diriku terlalu tinggi untuk gagal. Terciptalah wacana baru dalam pikiranku, 'Gagal adalah hal paling hina'.

Aku pun bermetamorfosis menjadi orang yang realistis atau mungkin lebih seperti, pesimis. Memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti. Membuat strategi yang berlebihan hanya untuk hal kecil sekalipun. Agar aku tak perlu lelah berlari diatas treadmill. Terasa jauh, tapi tak kemana-mana. Jika aku tak melihat kesempatan berhasil, takkan sudi aku melangkahkan kaki. 

Semakin lama, paranoia ku akan kegagalan makin memburuk. Aku merasa ada sepasang mata iblis yang mengintaiku setiap saat. Membuatku tak fokus pada rencana yang telah kususun rapih. Membuatku panik setiap menghadapi hal yang seharusnya sepele. Lama-kelamaan, aku pun hanya menjadi seorang penonton, bersama mereka orang-orang sok bijak. Kadang, aku juga ikut menertawakan mereka --orang-orang yang kurang beruntung-- yang dengan tololnya gagal berkali-kali. Paranoia ku makin kronis. Sampai akhirnya 'hari itu' datang.

Beberapa minggu sebelum 'hari itu' datang, aku dihadapkan dengan hal yang baru, hal yang belum ku temui sebelumnya. Hemm, apa ya namanya? Oh ya, CINTA. Kira-kira itulah yang sering mereka katakan. Saat itu, aku bertemu dengan salah satu bidadari surga. Senyum di bibir indahnya sungguh amat menawan. Mata indahnya mampu memompa dada ini sampai ingin meledak. Tawanya, kerendahan hatinya dan segala yang ada padanya membuat rasa dalam dada ini bergejolak hebat.

Jumat, 07 Februari 2014

Lagi Gak Jelas

Perhatian! Post berikut ini mengandung unsur absurd, abnormal dan ketidak jelasan yang mungkin dapat menyebabkan gangguan mental. Jika anda merasa memiliki waktu yang luang dan mental yang cukup kuat, anda diperbolehkan membaca post ini sampai selesai. Tapi! Jika anda tidak ingin membuang waktu anda yang sangat berharga untuk post semacam ini, silahkan tinggalkan halaman ini. Terima kasih.

Kamis, 01 Agustus 2013

Some Story Behind SpongeBob #1

Yooooooo!!! Ketemu lagi sama gue, blogger paling ganteng se-Bima Sakti, siapa lagi kalo bukan Eggy!! Yeaah, thanks, gak usah berlebihan tepuk tangannya. Gak usah nangis juga, gue tau lo kangen ama gue.

Sebelom gue mulai post kali ini, gue mau tanya, SIAPA YANG SUKA KARTUN SPONGEBOB?? Ada? Hahaha kenapa gue ngasih pertanyaan itu? Yep, karna kali ini gue mau posting tentang kartun SpongeBob.

Tapi kenapa harus SpongeBob? Kenapa gak PowerPuff Girls atau Sailor Moon? Aku sukanya itu.

Bawel ah, udah simak aja, karena yang bakal gue bahas ini bukan sekedar sinopsis atau beberapa kejadian lucu di film tersebut. Yang mau gue bahas adalah semacam "The Truth Behind ....". Hmmm, menarik kan? Berawal dari sebuah account twitter @dajjalsdiary yang emang biasa membahas suatu topik yang "beda". Dia membahas tentang beberapa cerita dibalik kartun SpongeBob beberapa minggu yang lalu. Dan kali ini, gue mau coba share ke kalian semua lewat blog yang kita sayangi dan cintai ini. Kalo gak males sih bisa selesai hari ini hahaha.

Sebelom bener-bener gue mulai, gue mau ngingetin aja kalo niat gue posting beginian cuma buat sharing info aja atau nambah-nambahin bahan ngerumpi ama temen-temen lo. Jangan ditelan bulat-bulat apalagi segitiga-segitiga, kalo kotak-kotak gapapa, itu jajanan enak, dari jaman SD gue sering beli, kotak-kotak ikan tenggiri. Oh, sorry, itu otak-otak. Intinya jangan langsung percaya gitu aja, terus kalo ada apa-apa jangan nyalahin gue. Sebenernya sih itu urusan lo mau percaya atau enggak, pokoknya kalo ada apa-apa, semisal adu argumen masalah beginian ampe berantem ama orang lain atau terlalu percaya sampe lo gak mau nonton SpongeBob lagi dan akhirnya mengajak orang-orang berhenti nonton SpongeBob, berdemo untuk memblokir tayangan SpongeBob, melakukan sweeping orang-orang yang nonton SpongeBob (oke, ini sakit, tapi tetep mungkin), pokoknya bertindak berlebihan atau apalah, itu masalah lo, jangan libatkan gue.

Okay, here we go!!


Selasa, 28 Mei 2013

I Have No Idea What I'm Doing

Hey, umm, i have no idea what i'm doing right now. I just feel so bored. Soooooooooo Booooooorrreeeeeeeddddd. Gue nongol di twitter, tapi gak mention siapa-siapa, mungkin lebih tepatnya, gak di mention siapa-siapa. Jadi kerjaan gue ya cuma mantengin TL. Buka facebook juga sama,  gak ngapa-ngapain. Sesekali gue kepoin profil orang yang udah jadi temen facebook tapi gak begitu gue kenal.

Akhirnya, muncul pikiran iseng yang super bodoh di kepala gue. Bikin group di facebook. Setelah rencana gue ama Bibil (temen gue) bikin komunitas blog udah gagal, gue iseng bikin komunitas atau group gue sendiri. Yap, sendiri.

Group ini gue kasih nama FA Cup. Sorry, FA Club, singkatan dari Forever Alone Club. Group ini beranggotakan gue dan potret bahagia gue yang ada diatas group. Nih bukti kalo gue beneran bikin.





Kamis, 11 April 2013

I Hate It

Hey, i don't wanna take an hour for this post. This is just a random shit that google recommended to me. Then, i made my first meme. Hope you like it :D


Recap singkat weekend kemarin